Perpanjang SIM C di Kebumen

Saya memproses perpanjang SIM ini sekitar bulan September 2016. Sebenarnya SIM saya masih berlaku sampai Agustus 2017, tetapi saya tak sengaja menghilangkannya di pesawat pulang dari Denpasar. Awalnya sih mau bikin surat kehilangan dan minta SIM lagi, tapi pas saya tanya ke petugas di bagian SIM, disuruh perpanjang aja, lebih mudah dan cepat. Okay!

Saya diminta mengurus Surat Keterangan Dokter di Asrama Polisi (sama kaya pas bikin SIM baru dulu) dan bikin surat kehilangan di Polres/ Polsek terdekat (saat itu saya bikin di Polres karena di Polsek mati lampu, wkwkwk). Setelah selesai, saya kembali lagi ke Satlantas, mengisi formulir, menyerahkan ke petugas, bayar uang perpanjangan, kemudian menunggu panggilan foto.

Sebelum foto, petugas akan menanyakan mengenai data diri, apakah ada perubahan, jika ada, akan ditulis data yang terbaru di SIM yang baru. Waktu itu saya jawabnya tidak ada. Padahal, statusnya udah berubah, dari mahasiswa (bikin SIM dulu pas mahasiswa abis lulus, yang sebenarnya juga pengangguran) ke pengangguran. Daripada enggak banget kan masa ditulis pengangguran, yasudah saya biarkan saja mahasiswa, toh tahun depan saya juga akan sekolah lagi, artinya status tetap mahasiswa.

Cekrrekk! Selesai foto, kembali duduk manis sekitar 5 menit untuk menunggu SIM barunya tercetak. Dan sudah, selesai!!

Proses ini juauhhhhh lebih cepat dibandingkan perjuangan membuat SIM, hehehe. Saya dulu termasuk yang sedikit idealis jadi bikin SIM aja ikut jalur depan, yang lumanya nyita waktu banget. Tapi tetap saja, kenyataan membuktikan bahwa hanya 1 dari 100 peserta ujian sim C yang bisa lolos beneran, saya termasuk yang gak lolos ujian praktek sehingga harus bikin ‘sertifikat pelatihan’. Itu lho, yang naik motor di rute zig-zag sama angka 8! Saya langsung menjatuhkan patok kedua hahaha… padahal kemampuan naik motor saya juga lumayan lho, wkwk. Satu kebanggaannya itu cuma pas ujian teori, saya langsung lolos!

Mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT) di Kebumen

img_20170105_075840_hdr

Suasana di Depan Kantor BPJS TK Kebumen Menjelang Pukul 8:00

Pencairan JHT sebenarnya bisa dilakukan dengan online melalui e-klaim kemudian datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan sesuai pilihan saat mengisi form online e-klaim, atau manual dengan cara datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat. Tidak semua kantor BPJS TK bisa melayani pencairan dengan metode yang pertama, termasuk yang di Kebumen ini. Jika iingin mengajukan secara online, bisa pilih KC lain seperti di Purwokerto atau Cilacap.

Mau mengajukan manual atau online, kita tetep perlu satu kali datang ke kantornya (dengan catatan semua berkas sudah lengkap, ya). Mungkin ada perbedaan durasi menunggunya, tapi saya tidak tahu pasti untuk yang online karena belum pernah mencobanya. Disini saya hanya berbagi mengenai proses pengajuan di kantor BPJS TK Kebumen.

Kantor ini beralamat di Jalan Pemuda (dari Tugu lawet ke selatan, sekitar 500 meter, ada di kiri jalan). Satu hal yang penting sekali adalah temen-temen harus yakin telah membawa semua persyaratan yang dibutuhkan baik itu file asli maupun copy-annya. Berikut adalah file yang diperlukan.

  1. Kartu BPJS TK atau Jamsostek yang asli
  2. Kartu Tanda Penduduk (asli dan 2 lembar fotokopi)
  3. Kartu Keluarga (asli dan 1 lembar fotokopi)
  4. Surat Keterangan Pemberhentian Bekerja dari Perusahaan atau Penetapan Pengadilan Hubungan Industrial* (asli dan 1 lembar fotokopi)

*Jika pengajuan pencairan JHT karena:

  • Mencapai usia pensiun: Surat Keterangan dari perusahaan (asli dan fotokopi)
  • Meninggalkan wilayah RI untuk selama-lamanya: Pernyataan tidak akan bekerja lagi di Indonesia, passport, visa bagi TK WNI (asli dan fotokopi)
  • Cacat total tetap: Surat keterangan dokter
  • Formulir JHT yang telah diisi (diperoleh di kantor)
  • Buku Tabungan atas nama peserta/ pemilik JHT (asli dan 1 lembar fotokopi)

Dari semua syarat itu, hanya no 5 yang perlu didapatkan dari kantor BPJS TK ini. Di Kebumen, jumlah peserta yang dilayani setiap harinya itu terbatas (mungkin sekitar 30-an), sehingga kita perlu datang pagi. Jika tidak, temen-temen ngga bakal kebagian formulir JHT ini. Pastikan jam 8 teng kalian sudah sampe, sehingga pas kantor dibuka, bisa langsung rebutan buat dapetin ini.

Setelah pintu dibuka, orang-orang masuk (lumayan rebutan karena bisa jadi yang terakhir itu udah ngga kebagian), kemudian mendaftarkan namanya ke petugas, setelah nama kamu dicatat, tunggu saja sebentar untuk dipanggil. Petugas memanggil nama yang terdaftar, kemudian menjelaskan persyaratan yang dibutuhkan dan memastikan si peserta sudah membawanya.

IMG_20170105_081352_HDR.jpg

Petugas Menjelaskan Persyaratan Dokumen dan Meneliti Kelengkapannya

Dari pengamatan saya, banyak peserta yang tidak membawa persyaratan secara lengkap, sehingga harus pulang dan datang di lain hari (tidak mungkin datang di hari yang sama karena formulir sudah habis).

Oiya, jangan lupa bawa pulpen sendiri, ini penting banget guys. Disana ada sih dua pulpen yang terikat di meja, tapi percaya deh kalian ngga bisa nulis disitu karena banyak orang berdiri nunggu dipanggil. Selain itu, kecepatan kalian mengisi data juga sangat menentukan waktu tunggunya lho.

Jadi gini, karena saya males desek-desekan pas mendaftarkan nama, nama saya tertulis di urutan 20 sekian, hampir 30, tapi alhamdulillah masih dapet. Akan tetapi, karena saya ngisinya lumayan cepet dan semua berkas sudah beres, saya dapat panggilan verifikasi dokumen jauh lebih cepat, mungkin urutan ke-6.

Kebanyakan orang, ngisi datanya itu lama dan bahkan ada yang setelah selesai tidak diserahkan ke petugasnya lagi. Ini saya baru liat pas saya lagi nunggu panggilan verifikasi. Langsung takkasih tau deh itu mbak nya, udah nunggu panggilan tapi formulir masih di tangan.

Satu lagi, waktu itu saya lupa nominal gajinya (ini salah satu isian di formulir JHT), tapi pas saya serahkan ke petugasnya itu gak masalah. Jadi, jika ada masalah terkait pengisian data, langsung tanya aja ke petugas yang membagikan formulir itu. Jika sudah, langsung serahkan ke beliau biar diteliti, lalu diteruskan ke petugas verifikasi.

Yang diserahkan ini hanya formulir dan selembar ceklist persyaratan yang diberikan bareng sama formulir JHT (oiya, jangan lupa tulis nama dan perusahaan di lembar ini ya). Adapun file lain, pegang aja dulu, nanti itu kan diserahkan pas verifikasi.

Nunggunya ini lumayan lama. Verifikasi akan selesai dalam waktu sekitar 10 menit (saya sengaja ngamatin dua orang sebelum saya, hehe…)

IMG_20170105_084429_HDR.jpg

Proses Verifikasi Data

Di tahap ini, kamu bakal ditanya beberapa informasi yang ada di formulir JHT. Saya ditanya tanggal lahir, nama ibu, terus petugasnya juga nanya PLA* International Indonesia itu perusahaan apa ya mba? Saya jelasin deh kalau itu NGO (saya bilang lah itu LSM kalau Bahasa kitanya), terus ditanyain juga kantor pusat dimana, terus saya kerjanya dimana, kenapa berhenti. Ada lagi, saya diminta tanda tangan lagi yang sesuai dengan KTP (tanda tangan saya sedikit beda antara di KTP dan di formulir) di beberapa formulir baru dari petugas.

Udah, hanya itu. Pulangnya kita diberi tembusan formulir JHT (ditulisin juga saldonya sama petugas verifikasi). Tinggal nunggu transferan. Sekarang juga masih nunggu, hehe. Katanya sekitar seminggu kalau yang manual, beda dengan online yang keesokan harinya bisa sudah ditrasfer (kata orang yang saya ajak ngobrol disitu).