Kenapa Pilih S2 yang (cuma) Setahun?

Ini saya tulis di tengah menjalani perkuliaan S2 saya yang baru berumur sebulan. Mungkin nanti bisa berubah juga seiring berjalannya waktu, tugas nambah, dan… dan sebagainya.

BqS-4iGCUAAtPVI

Dengan tidak memandang pertimbangan/ urusan terkait keluarga, saya melihat kalau setahun ini, insyaallah (akan) tepat. Buat saya, atau buat kalian2 juga… mungkin hehe.

Alasannya adalah sebagai berikut.

Pertama, saya kuliah di jurusan yang linier dengan S1 sehingga disini (S2) itu lebih mendalami konsep-konsep dasar yang sebenarnya pernah dipelari di S1. Bedanya itu, disini belajarnya sangat lebih mendalam agar benar-benar paham konsep dasarnya. Jadi ngga asal ngafal dan ‘ya gitu deh pokoknya’. Banyak banget teori-teori yang dipertimbangkan untuk menjawab satu pertanyaan yang (mungkin) tampak sederhana. Selain itu, disini juga super update terhadap perkembangan ilmunya. Misalnya, sumber-sumbernya ke jurnal yang barusan terbit, atau bahkan akan terbit. Iya sih, kan yang ngajar itu emang world leading expert-nya. Dia yang banyakan nulis mengenai topik terkait.

Ngga tau itu cuma perasaan saya saja, kali ya? Mungkin banyak yang waktu undergrad-nya juga udah ngalamin pengalaman seperti itu hehe, excited sama kuliahnya, ngga ngerasa salah tempat (curhat opps!), dan di kampus yang oke begete. Saya yang dulu waktu S1 bisa dibilang super-duper cuek sama kuliah jadi ya mungkin wajar beut kalau ngerasa sekarang itu sepertinya masih perlu ‘ngerunek’ mengkaji topik (yang seharusnya) sudah dikuasai saat S1. Terlepas dari perkembangan dan konteks sikon saat ini.

Kemudian, meskipun masih berusaha mengurangi barrier di bahasanya (nasib golongan yang menyepelekan belajar binggris sebelum kepikiran mau S2 di Inggris), mengambil jurusan yang linier itu menguntungkan banget lho. Meskipun banyak materi jaman S1 yang kelupa, at least masih ada yang nyangkut beberapa persennya, itu salah satu yang ngebantu sekarang. Tinggal didalami lagi, sekalian update!

Kedua, dengan summer project (aka thesis) yanng hukumnya wajib dikerjain dan dikumpulkan, ditambah sumbangannya yang hampir setengah dari GPA itu, mau ngga mau kudu serius kan yak. Dan lagi, meskipun dosen saya (bilangnya) ngga menuntut a perfect project, tapi melihat standar penilaian kampus yang (katanya) tinggi itu juga bikin  grrrr…

Di jurusan saya, di pekan pertama kami sudah diberi arahan soal summer project juga. Ditambah, setiap pekan kami ada routine meeting dengan direktur program/ jurusan untuk membicarakan isu2 yang muncul, dan 10 menit presentasi dari kami tentang nutrition (bisa skripsi atau pengalaman kerja di bidang gizi) untuk saling mengenal dan kali aja nemu ide summer project. Lagi2 summer project!

Eh ini apa hubungannya dengan kuliah setaun? Hehe.. Menurut saya, S2 yang singkat itu akan cukup untuk mengenalkan/ mengembangkan kemampuan menulis artikel ‘layak terbit’ jurnal jika memang dikerjakan dengan serius dan dipikirkan sejak awal. Seperti kata dosen saya, kita ngga harus perfect, baru belajar untuk itu. Untuk tahap yang lebih tinggi, tentu itu bagiannya S3, yang waktunya puanjang! Adil kan?

Ini bukan berarti menurunkan motivasi biar “udah deh tesisnya ngga usah ngoyo” ya. Ngga sama sekali. Buat temen2 yang sama seperti saya (linier S2 & S1 nya, tentu udah ngga ngawang lagi kalau bicara soal minat dan kecenderungan memilih topik untuk sebuat tugas akhir. Dan itu juga, jadi semacam bonus ‘motivasi’ biar lebih semangat pas nulis hehe.

Mungkin, kalau yang mengambil jurusan yang benar2 baru dan belum begitu kebayang, setahun bisa kurang, kali ya? Belum tentu juga karna kan banyak faktor yang mempengaruhi, dan juga itu personal banget kan ye.

Ketiga. Memang jelas kalau kamu geng setaun ini tidak mengambil modul sebanyak yang kuliahnya dua tahun. Dan ngga sebanyak kaya pas S1 juga lho ternyata. Misalnya, saat ini saya (cuma) ambil 3 modul. Akan tetapi, kuliahnya 4 hari sepekan pagi sampe sore 2x, setengah hari 2x. Kalau diitung2 jamnya ngga jauh beda sih ya sama pas sarjana, hehehe. Bedanya, topiknya dikit tapi pembahasannya lama gitu. Belum ditambah ‘oleh-oleh’ buat di rumah; reading list.

Keknya 3 aja dulu, nanti nambah lagi kalau dah ada temuan lagi.

 

Advertisements

2 thoughts on “Kenapa Pilih S2 yang (cuma) Setahun?

  1. Assalamualaikum kak, terima kasih inspirasi” tulisan di blog kakak. Insya Allah tahun depan 2018 mau apply LPDP jga. Tapi galau harus pilih dalam negeri IPB atau pilih UNSW di australia 😦 .. Doakan suapya cepat dapat hidayah yah kak heheh. Oh ya, yg project summer itu masuk di study plan kakak nggak?? Sama memang ada keteangan dari web site kmpusnya berp jmlah kredit summer project itu??

    • Waalaykumussalam, Novi.
      Iya sama2, semoga kamu segera dimantapkan buat milihnya. DN atau LN sama2 baik [dengan alasan yang berbeda].
      Maksudnya study plan di essay LPDP dulu? Klo itu maksudnya, iya, dulu kusertakan soal topik tesisnya.
      Semoga sukses ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s