Menakjubkan

“Menakjubkan memang urusan seorang muslim, begitu kata Baginda Nabi SAW, jika mendapat nikmat lalu ia bersyukur, jika menghadapi musibah lantas ia bersabar.” Keduanya bersama keridhaan Rabb-nya. Bukankah itu yang jadi tujuan kita?

Salah satu tokoh idola saya, Umar ibn Khatab RA, yang saya tertakjub saat membaca biografi beliau – The Great Leader of Umar ibn Khattab karya DR Ali As-Shalabi – juga  mengucapkan sesuatu yang senada:

“Jika sabar dan syukur itu kendaraan, aku tak peduli akan menaiki yang mana.”

Masya Allah.

Tak kan pernah cukup lisan kita untuk mengucap syukur kepada Allah SWT atas nikmat Islam ini. Hanya seringnya kita – saya terutama – hanya ingat hal ini pada situasi-situasi tertentu. Saya misalnya, pada ingat saat memperoleh sesuatu yang sangat-sangat saya inginkan, saat sungguh-sungguh berikhtiar untuk mendapatkannya, dan saat ikhtiar belum membuahkan hasil yang kita harapkan.

Astaghfirullah.

Hmmm. Kembali ke beberapa waktu yang lalu, saat tanpa disangka-sangka Allah menganugerahkan sesuatu yang sangat saya inginkan sejak lama, meskipun rasa-rasanya ikhtiar saya belum maksimal. Rasanya tak bisa terlukiskan dengan kata.

Apakah sesuatu yang seperti itu bisa terjadi lagi – pada saat yang tidak begitu jauh – pada diri kita?

Hmmm.

Hanya saja, yang jadi soalan adalah, salah juga jika kita terus menginginkan yang demikian. Mosok gak mau maksimal tapi minta hasil yang optimal, wkwkwk. Tentunya, perlu ikhtiar maksimal dan doa yang terus ikhlas. Inilah dua hal yang teramat mudah diucap, tetapi – bagi saya khususnya – masih perlu diupdate setiap saat. Yakin kita sudah berdoa dengan ikhlas? Benar usahanya sudah maksimal? Dalam kasus saya, seringkali jawabannya adalah tidak dan belum.

Terlebih jika kita melihat sejauh mana niat kita. Sudah benarkah sejak awal, masih berusaha diperbaiki, atau sejak awal memang masih sedemikian tidak pantasnya? Terkait niat ini, yang sudah benar dan tulus di awal, kadang seringkali – dengan bertambahnya informasi dan waktu yang berjalan – justru bisa terkotori oleh hal-hal yang sebenarnya sudah coba dihindari sejak awal. Duh. Njelimet tenan.

C’est la vie!

Menakjubkan.JPG

Memiliki mimpi itu penting, terus peliharalah mimpi itu, tapi jangan persempit impianmu dan lihat sekitar! Mungkin saja dunia telah berubah dan sudah saatnya kamu menyesuaikan mimpimu agar lebih bisa bersinar 🙂

Di sisi yang berlainan, kita juga ngga harus kok ikut-ikutan yang lagi mainstream, jalani saja yang disukai saat ini, perkara nanti mau kena arus juga gpp, asal itu arus menuju kebaikan dan lo udah siap buat berlayar disitu. Thanks, Mba Vi. Pesannya Mba yang ini, ngena banget!

Lagi, layaknya dengan harapan. Tak salah kita memiliki harapan, bahkan harus punya, ya? Tapi jangan lupa kalau kita bukan sutradara akhir disini, tugas kita membuat rencana, menjalani dengan sebaik mungkin, dan harus selalu siap menghadapi kejutan-kejutan dahsyat untuk setiap ending dari Penulis Alur Cerita Semesta!

Ada kalanya – dalam beberapa urusan – kita perlu sedikit membuang rasa percaya diri, logika berpikir, dan hanya berpegang pada prasangka yang  baik kepada Tuhan kita. Meskipun toh di akhir tak ada yang salah silogisme kita, itu tak masalah. Kedudukan kita sebagai hamba memang demikian. Tapi penting, tak perlu lah kita rendah diri dan menyalahkan prasangka baik yang akhirnya tak terwujud, karena kita masih punya pilihan: untuk terus menumbuhkan prasangka baik yang lain atau sebaliknya.

Dan saya pilih yang pertama.

Dari tadi ngomong asbtrak terus nih, jadi intinya apa? Hehehe. Ndak ada, kebetulan beberapa hari ini saya sedang berusaha menjadi yang abstrak, karena konkret itu kadang membosankan. #tsah.

Oiya, saya ingin menutup tulisan kali ini dengan sebagian lirik satu lagu favorit yang pertama kali saya dapat copiannya dari salah seorang sahabat kece badai di RQ dulu (Mba Lita).

aku berdiri di atas panggung yang selalu ku dambakan
di tengah eluan tepuk tangan dan juga semangat
dengan latihan yang ketat ku lampaui dinding diriku
sambut hari ini, tirai kesempatan pun terbuka

aku pun tidak menari sendiri
ada hariku nangis di jalan pulang, aku bernyanyi tanpa berpikir
ada hariku hilang percaya diri, selalu sainganku terlihat seolah bersinar

impian ada di tengah peluh
bagai bunga yang mekar secara perlahan
usaha keras itu tak akan mengkhianati

impian ada di tengah peluh
selalu menunggu agar ia menguncup
suatu hari pasti sampai harapan terkabul

lampu sorot yang ternyata begitu terang seperti ini
bagai malam panjang menjadi fajar mentari pagi
sudah pasti aku tidak mau kalah dari kakak kelasku
kami ingin buat show diri kami sendiri

ada hariku menangis sedih saat ku libur karena ku cedera
ada hariku sudah menyerah, imbangi sekolah beserta latihan
tapiku mendengar encore dari suatu tempat

impian setelah air mata
bunga senyuman setelah tangis berhenti
wujudkan terus usaha keras pun akan mekar

impian setelah air mata
ku percaya takkan kalah dari angin hujan
sampai doaku mencapai langit cerah

penuh semangat mari menari, penuh semangat mari bernyanyi
tanpa lupakan tujuan awal, kerahkan seluruh tenaga oooh

 

(hari pertama by JKT48)

Sebelum ketinggalan, salah satu poin penting dalam menghadapi urusan apapun itu, adalah hilangkanlah ego, and the last but not least: Jangan lupa bahagia!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s