Berkomunikasi dengan Allah lewat As-Sab’ul Mastsaani*

praying child

“Aku membagi shalat antara Aku dengan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta, apabila hamba berkata ‘Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Allah berfirman,’Yang hamba-Ku memuji-Ku.’

Apabila hamba berkata,’Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.’

Allah berfirman,’Hamba-Ku menyanjung-Ku.’

Apabila hamba berkata,’Yang menguasai Hari Pembalasan.’

Allah berfirman,’Hamba-Ku memuliakan-Ku,’ atau berfirman,’Hamba-Ku berserah diri kepada-Ku.’

Apabila hamba berkata,’Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.’

Allah berfirman,’Ini antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dimintanya.’

Apabila hamba berkata,’Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat epada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.’

Allah berfirman,’Ini antara Aku dan hamba-Ku, dan baginya apa yang dimintanya.’ (h.r. Muslim)

Sabda Baginda Nabi SAW tersebut menunjukkan betapa mulianya dialog yang berisi penyebutan hamba dan pengabulan doanya oleh Allah melalui surat yang dibaca di tiap rekaat shalat. Bagi saya sendiri, ini adalah hal yang sangat dahsyat tak tergambarkan oleh perkataan apapun. Nikmatnya shalat juga sungguh terasa saat membaca dan menghayati kandungan surat Al-Fatihah ini.

Seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat, ini mengenai Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz yang selalu diam sejenak di sela-sela membaca surat ini, beliau menghayati setiap ayatnya. Dan kau tau apa alasannya? “Aku ingin menikmati jawabann Tuhanku,” begitu menurut beliau.

Kekhusyukan Shalat

Yuk kita renungi kembali makna Surat Al-Fatihah 🙂

Saat kita shalat dan merasa tidak khusyu’, itu pertanda ada nikmat Allah yang belum kita ingat. Andai kita mengetahui cara mengucapkan Alhamdulillah dengan baik, pasti akan mengingat nikmat Allah, akan meraih shalat yang khusyu’. So, mari kita gunakan setiap reka’at shalat untuk mengingat nikmat Allah dan mensyukurinya; mulai dengan nikmat Islam, iman, sampai dengan nikmat Al-Qur’an. Dari nikmat diutusnya Rasul SAW sampai dengan nikmat harta, sehat, pandangan, pendengaran …

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menemukan jawabannya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An-Nahl: 18)

Kala membaca Al-Fatihah dari awal hingga akhir kita akan mengingat rahmat dan nikmat Allah, kemudian memohon rahmat-Nya. Teringat Hari Kiamat dengan segala kedahsyatannya lalu memohon agar diberikan keringanan saat itu. Dan seterusnya hingga akhir surat. Insya Allah, dengan melakukan ini, kita akan bias menikmati shalat yang khusyu’.

 

* As-Sab’ul Mastsaani merupakan nama lain dari surat Al-Fatihah. Selain itu, surat ini juga dinamai Ummul Qur’an dan Al-Waafiyah wal Kaafiyah
Sumber: Khowatir Qur’aniyah, Nazharat fi ahdafi suwaril Qur’an/ Amru Khalid
Gambar: https://id.pinterest.com/DawnTravelsInc/muslim-kids-praying/
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s